2011/10/26

Tips Memilih Tempat Tinggal


Banyak hal penting yang patut dipertimbangkan ketika memilih lokasi untuk tempat tinggal. Aman dan nyaman, baik dalam rumah maupun lingkungan sekitar, tentu jadi syarat utama. Sebisa mungkin, jarak tempat tinggal dan tempat bekerja juga tidak jauh.





Dalam mencari lokasi yang tepat, ada beberapa tips untuk membantu Anda membuat keputusan yang tepat, di antaranya adalah berikut ini.

Kondisi Jalan Utama. Jalan utama menjadi titik akses penting menuju ke rumah Anda. Jika kondisinya penuh lubang, atau sulit dijangkau karena terlalu sempit untuk kendaraan, ada baiknya Anda mempertimbangkan lokasi lain untuk tempat tinggal.


Pelayanan Air, Listrik, dan Telepon. Layanan-layanan tersebut adalah syarat kelengkapan rumah. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan-layanan tersebut bisa jadi faktor pertimbangan. Contohnya: Anda tentu tidak mau membeli rumah di daearh rawan mati listrik.

Kebersihan Lingkungan. Bersih pangkal sehat. Apabila lingkungan tempat Anda tinggal tidak bersih, maka kesehatan Anda dan keluarga pun terancam. Apalagi mengingat keluarga Anda akan menghabiskan waktu lebih banyak di lingkungan ini. Perhatikan kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk jarak dari rumah ke tempat pembuangan sampah sementara. Lihat juga ke saluran got. Apa mampat?

Polusi. Jika tingkat polusi udaranya di atas ambang batas, kesehatan pun akan terancam. Bagaimana cara mengetahui status polusi di suatu daerah? Sayangnya tidak ada informasi spesifik mengenai hal ini. Tapi, jika lokasi rumah terlalu dekat dengan jalan raya, kemungkinan Anda terkena dampak polusi lebih besar. Selain polusi udara, polusi suara juga dapat mengganggu ketenangan hidup di rumah.

Penghijauan. Lokasi yang lebih banyak penghijauannya tentunya lebih menarik. Penghijauan, selain menjaga kualitas udara, juga memberikan relaksasi untuk mata.

Bebas Banjir. Bebas banjir menjadi salah satu kriteria terpenting dalam menentukan lokasi rumah. Rutinitas rumah tangga dipastikan terganggu jika tempat tinggal dilanda banjir: Transportasi menjadi sulit dan barang-barang berharga pun rusak karena terendam air. Karenanya, pilihlah lokasi tempat tinggal yang tidak rawan banjir.

Kemudahan Transportasi. Walaupun rumah di jalan raya atau dekat jalan raya mungkin lebih berpotensi untuk terkena polusi, namun hal ini juga berarti jarak antara rumah Anda ke pusat transportasi juga lebih dekat. Tempat tinggal yang dekat stasiun, misalnya, dapat memberikan kemudahan bertransportasi jika kendaraan bermotor Anda bermasalah, atau jalanan rumah anda terlanda banjir.

Strategis. Strategis memang hal yang cenderung subjektif. Anda dapat menentukan sendiri apakah tempat tinggal mudah dijangkau Anda sendiri dan orang lain, atau dekat dengan tempat yang sering Anda kunjungi. Lokasi strategis artinya Anda leluasa melakukan kegiatan-kegiatan dengan efisien dan waktu agar Anda tidak sering kehilangan waktu di perjalanan.

Fasilitas umum. Fasilitas umum dapat berupa rumah sakit, apotek, pusat perbelanjaan, pusat olahraga, kantor pos, atau fasilitas lainnya yang akan membuat tempat tinggal Anda menjadi kota mandiri.

sumber : http://www.rumah.com/sumber-informasi/membeli-rumah/tips-memilih-tempat-tinggal/770?cmp=reals&src=news

Label: ,

Tips Memilih Tempat Tinggal


Banyak hal penting yang patut dipertimbangkan ketika memilih lokasi untuk tempat tinggal. Aman dan nyaman, baik dalam rumah maupun lingkungan sekitar, tentu jadi syarat utama. Sebisa mungkin, jarak tempat tinggal dan tempat bekerja juga tidak jauh.


Baca selengkapnya »

Label: ,

Bahasa Indonesia berpeluang jadi Bahasa ASEAN

Kemungkinan Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kedua di lingkup ASEAN setelah bahasa Inggris semakin membesar dengan semakin banyaknya peminat bahasa ini di ASEAN, termasuk Filipina.


"Selamat pagi bapak-bapak dan ibu-ibu, selamat datang di Filipina. Apa kabar anda semua?" kata Sekretaris Kepresidenan Filipina untuk Bidang Komunikasi, Herminio B. Coloma, Jr. saat membuka Forum Media BIMP-EAGA (Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippnies/East Asia Growth Area) di Cagayan de Oro, Mindanao, Flipina Selatan, baru-baru ini.

Coloma melontarkan kalimat-kalimat tersebut dalam Bahasa Indonesia yang fasih sebelum menggunakan Bahasa Inggris kepada para peserta forum dari Brunei, Indonesia, Malaysia dan Filipina yang diselenggarakan paralel dengan pertemuan tingkat menteri ke-16 BIMP-EAGA di kota ini.

Coloma yang jabatannya setingkat menteri dalam kabinet Pemerintah Filipina itu menyatakan BIMP-EAGA yang dibentuk pada 1994 itu akhir-akhir ini semakin berbentuk sebagai sebuah pusat pertumbuhan bersama bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya.

BIMP-EAGA adalah mata uji bagi sukses integrasi ASEAN secara keseluruhan sehingga diharapkan wadah kerjasama ini berjalan baik.

Dalam penjelasannya kepada ANTARA, Drs. Soehardi MBA dari Kantor Informasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Davao, Provinsi Mindanao, akhir-akhir ini jumlah warga Filipina yang datang ke KJRI untuk belajar Bahasa Indonesia semakin meningkat.

Soehardi menyatakan ada kesadaran di kalangan warga Filipina, khususnya kawasan selatan negara ini, bahwa Bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan oleh sedikitnya empat negara anggota ASEAN, yaitu Brunei, Malaysia, Singapura dan Thailand (selatan).

Selain iktu, warga Kamboja, Laos dan Vietnam dari suku Champ juga memahami bahasa Melayu.

"Bahasa Indonesia dipandang menarik dan penting karena penggunanya berkisar 350 juta orang di kawasan ASEAN," kata Soehardi.

sumber :http://www.antaranews.com/berita/281270/bahasa-indonesia-berpeluang-jadi-bahasa-asean

Label:

Bahasa Indonesia berpeluang jadi Bahasa ASEAN

Kemungkinan Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi kedua di lingkup ASEAN setelah bahasa Inggris semakin membesar dengan semakin banyaknya peminat bahasa ini di ASEAN, termasuk Filipina.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/20

Angin Kencang, Jembatan Suramadu Ditutup untuk Motor


Ini setelah operator jembatan dan kepolisian melarang roda dua melewati Suramadu, karena kecepatan angin di atas jembatan mencapai 60 km/jam.

Humas Badan Pengambangan Wilayah Suramadu (BPWS) Faisal Yasir Arifin kepada beritajatim.com, Rabu (19/10/2011) mengungkapkan, langkah ini ditempuh agar keselamatan pengguna kendaraaan yang melewati Suramdu terjaga.


"Limit atau batas kecepatan angin di atas jembatan adalah 40 km/jam untuk bisa dilewati dan tidak membahayakan pengguna. Nah, dari data operator dan pihak kepolisian, angin di atas jembatan mencapai 60 km/jam," ujarnya.

Faisal menyatakan, pihaknya meminta maaf karena perjalanan pengguna Jembatan Suramadu harus terganggu dengan pelarangan tersebut. "Tetapi ini demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat," imbuhnya.

Dia menambahkan, saat ini ketika musim memasuki masa penghujan, kecepatan angin di atas jembatan memang sering berubah dan cenderung meningkat. Dari sensor yang terpasang di atas jembatan menunjukkan kecepatan angin yang cukup membahayakan pengguna jalan.

"Pengelola jembatan, BPWS dan aparat kepolisian selalu berkoordinasi agar zero accident di Jembatan Suramadu ini. Keselamatan masyarakat kami prioritaskan," tuturnya.

Jelang musim penghujan, pihaknya berharap masyarakat berhati-hati dan waspada ketika melewati Suramadu. "Mungkin ketika masuk, angin masih aman, namun jika sudah di tengah tiba-tiba terjadi perubahan angin atau tiba-tiba hujan, maka masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Tidak perlu ngebut tetapi harus meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan," katanya.

Meski untuk kendaraan roda dua ditutup, namun untuk lajur kendaraan roda empat atau lebih masih tetap dibuka. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau waspada.

sumber:http://www.lihatberita.com/2011/10/angin-kencang-jembatan-suramadu-ditutup.html

Label:

Angin Kencang, Jembatan Suramadu Ditutup untuk Motor


Ini setelah operator jembatan dan kepolisian melarang roda dua melewati Suramadu, karena kecepatan angin di atas jembatan mencapai 60 km/jam.

Humas Badan Pengambangan Wilayah Suramadu (BPWS) Faisal Yasir Arifin kepada beritajatim.com, Rabu (19/10/2011) mengungkapkan, langkah ini ditempuh agar keselamatan pengguna kendaraaan yang melewati Suramdu terjaga.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/14

Belasan Rumah Terbakar, Satu Orang Tewas


Sedikitnya 18 rumah di Desa Tempel Sari, Kecamatan Tretep, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (13/10), terbakar. Kondisi permukiman yang padat ditambah bahan bangunan rumah mudah terbakar membuat api cepat membesar.



Imbuh, nenek 90 tahun, ditemukan tewas di dalam salah satu rumah yang ludes terbakar. Jenazahnya lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Temanggung untuk diotopsi.

Saat kejadian, kebanyakan dari pemilik rumah sedang pergi ke sawah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa yang lebih besar. Namun, mereka tidak sempat menyelamatkan harta bendanya, termasuk hewan ternak, seperti ayam, kambing, serta sapi yang ikut terpanggang.

Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Aparat Kepolisian Sektor Tretep masih menyelidiki penyebab kebakaran ini.(BOG)

sumber :http://id.berita.yahoo.com/belasan-rumah-terbakar-satu-orang-tewas-233157241.html

Label:

Belasan Rumah Terbakar, Satu Orang Tewas


Sedikitnya 18 rumah di Desa Tempel Sari, Kecamatan Tretep, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (13/10), terbakar. Kondisi permukiman yang padat ditambah bahan bangunan rumah mudah terbakar membuat api cepat membesar.

Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/12

Anggota DPR harus pakai Pertamax Plus

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ity Oktavia, meminta kepada anggota DPR RI untuk tidak lagi menggunakan bahan bakar jenis premium.


Pasalnya, pemerintah memberikan subsidi BBM, khususnya bahan bakar jenis premium kepada masyarakat kecil, bukan kepada masyarakat kelas menengah ke atas.

"Harus dari kita dulu sebab banyak anggota DPR RI yang masih menggunakan premium yang sebenarnya ditujukan untuk rakyat. Harusnya anggota DPR RI itu menggunakan pertamax plus, sebab premiun adalah bahan bakar bersubsidi untuk rakyat kecil. Kenapa sebagai anggota legislatif menggunakan premium," kata Ity di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI juga meminta kepada anggota DPR RI untuk memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

"Jadi penerapan pada diri sendiri dulu baru kendalikan sama-sama terkait implementasinya," ungkap anggota DPR RI asal Banten itu.

Terkait dengan subsidi BBM dan Listrik yang dikurangi pemerintah, tentu akan memberikan dampak kepada masyarakat.

"Yang penting, implementasinya tepat sasaran. Kalau ada yang menyatakan tidak tepat sasaran, saya bilang bukan tidak tepat sasaran, tapi belum tepat sasaran. Program pemerintah sendiri bagus dan tinggal bagaimana pelaksanaannya saja. Itu tugas kita bersama-sama," ujarnya.

Ia menambahkan, dana pengurangan subsidi itu bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

"Saya sangat setuju dengan pemerintah. Hingga 2012 berkurang Rp6 triliun. Pemerintah sudah melakukan amanat UU dan bagaimana penghematan itu bisa digunakan untuk infrastrulktur," katanya.

Ia setuju bila APBN 2012 dikoreksi karena pengaruh ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat.

"Kalau kita dulu waktu buat APBN dengan kurs Rp9100 dan sekarang kurs Rp8800. Ini bisa jadi koreksi dan disitu ada nilai lagi yang bisa diefesienkan. Kalau Rp1300 triliun tak akan turun, cuma kursnya saja yang berubah," katanya.

Adapun penggunaan APBN 2012 harus digunakan tepat sasaran. Misalnya, dalam bidang pertanian, dimana pemerintah dalam bidang ketahanan pangan, dimana pemerintah menargetkan 10 juta ton beras tahun 2015 harus dapat dicapai.

"Misalnya dengan program pemerintah tentang ketahanan pangan dengan target 10 juta ton. Ini harus ditopang bukan hanya dari bibitnya saja, tapi juga infrastruktur seperti irigasi. Harus ada komunikasi Komisi IV dan Komisi V," pungkas Ity.

sumber : http://www.antaranews.com/berita/279361/anggota-dpr-harus-pakai-pertamax-plus

Label:

Anggota DPR harus pakai Pertamax Plus

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Ity Oktavia, meminta kepada anggota DPR RI untuk tidak lagi menggunakan bahan bakar jenis premium.
Baca selengkapnya »

Label: