2011/11/23

Jika Kondisi tak Membaik, Indonesia akan Kehilangan Separuh Orangutan

Kecepatan penurunan populasi orangutan terus meningkat pada beberapa tahun terakhir. “Para ahli memprediksi, jika kondisi ini tidak membaik, maka dalam 10 tahun terakhir Indonesia akan kehilangan hampir 50% dari jumlah populasi otangutan yang ada saat ini,” ujar Menhut Zilkifli Hasan pada acara pelepasliaran orang utan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Senin (21/11).
Baca selengkapnya »

Label:

2011/11/02

Sementara, Komodo Urutan Lima

KUPANG -- Jelang pengumuman finalis tujuh keajaiban pada 11 November 2011, Komodo dari Indonesia menempati urutan ke lima dari 28 finalis. Posisi Komodo berada dibawah Hutan Amazon di Amerika Serikat, Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Sungai Puerto Princize di Filipina. "Posisi ini memang belum aman, apabila dilihat dari sisa tenggat waktu 10 hari lagi," kata Ketua Pendukung Pemenangan Komodo (P2 Komodo), Emmy Hafidz, Rabu (2/11).
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/28

Tikus Jambul Beracun dari Afrika

Seekor tikus afrika berjambul (Lophiomys imhausi) mengembangkan metode cerdik untuk menggagalkan predator yang ingin menangkapnya. Tim peneliti gabungan dari Inggris, Amerika Serikat, dan Kenya menjumpai tikus ini mengunyah akar dan batang pohon beracun tinggi serta mengoleskan zat beracun ini pada bulu halus di jambulnya.


Binatang yang akan menyerang akan disambut sejumlah bulu mengandung racun yang mematikan. Prof Jonathan Kingdon dari Universitas Oxford mengatakan, timnya masih menjumpai pekerjaan rumah mengenai cara tikus itu bertahan dari racun mematikan ini.

Racun didapat dari tumbuhan Acokanthera schimperi yang biasa dioleskan pada panah beracun pemburu tradisional setempat untuk membunuh gajah. "Tikus memastikan bagian jambul adalah yang pertama kali diserang predator," kata Kingdon seperti dikutip BBC, Rabu (3/8/2011).

Saat tikus terancam predator serigala, kucing liar, dan macan tutul, ia tidak lari. Namun, ia mengeraskan rambutnya dan menunjukkan sikap berani. Predator yang nekat menerkamnya bakal mendapat rambut tajam yang beracun.

sumber : sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/08/05/0419116/Tikus.Cerdik.Oleskan.Racun.di.Jambulnya

Label:

Tikus Jambul Beracun dari Afrika

Seekor tikus afrika berjambul (Lophiomys imhausi) mengembangkan metode cerdik untuk menggagalkan predator yang ingin menangkapnya. Tim peneliti gabungan dari Inggris, Amerika Serikat, dan Kenya menjumpai tikus ini mengunyah akar dan batang pohon beracun tinggi serta mengoleskan zat beracun ini pada bulu halus di jambulnya.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/26

Warga Pasang Kawat Listrik, Harimau Sumatera Terancam Punah

Pihak Balai Taman Nasional Berbak (TNB) kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, menyayangkan warga Air Hitam Laut dan sekitarnya yang menggunakan pagar listrik untuk mengamankan kebun mereka. Akibat pagar listrik tersebut, sedikitnya dua ekor harimau Sumatera dalam empat bulan terakhir mati tersengat arus listrik pagar tersebut.


"Kami tentu saja sangat menyayangkan sistem pengamanan kebun yang menggunakan pagar dialiri arus listrik. Karena, hal tersebut bisa mengancam kelestarian harimau Sumatera di masa mendatang," kata Kabid Pelestarian Lingkungan dan Wisata Alam (PLWA) TNB, Roman Fauzi, di Muara Sabak, Selasa.

Kebun-kebun warga berupa kebun tanaman kelapa dan lainnya memang berbatasan langsung dengan TNB. Kebun-kebun tersebut kini selalu dipagari dengan kawat yang dialiri arus listrik. Hal ini guna menanggulangi masalah serangan babi yang sangat tinggi di kawasan tersebut.

"Warga memang tidak bermaksud hendak membunuh harimau, tapi mencegah hama babi yang sering menganggu tanaman mereka,'' ujarnya. ''Tapi, harimau juga berada di situ dan kebetulan melintasi pagar listrik sehingga ikut jadi korban dan mati tersengat listrik."

Kondisi itu sangat mengkhawatirkan bagi upaya pelestarian satwa endemik Sumatera tersebut. Apalagi, saat ini pihak TNB baru bisa mendeteksi keberadaan 14 ekor harimau Sumatera saja dalam kawasan hutan tersebut.

''Dalam kurun waktu empat bulan belakangan ini, sedikitnya dua ekor yang ditemukan mati akibat tersengat arus listrik tengangan tinggi,'' keluh Roman.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/warga-pasang-kawat-listrik-harimau-sumatera-terancam-punah-061418004.html

Label:

Warga Pasang Kawat Listrik, Harimau Sumatera Terancam Punah

Pihak Balai Taman Nasional Berbak (TNB) kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, menyayangkan warga Air Hitam Laut dan sekitarnya yang menggunakan pagar listrik untuk mengamankan kebun mereka. Akibat pagar listrik tersebut, sedikitnya dua ekor harimau Sumatera dalam empat bulan terakhir mati tersengat arus listrik pagar tersebut.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/20

Hiu Bermata Satu Ditemukan di Teluk California

Di era rekayasa fotografi saat ini, sulit mempercayai laporan penemuan sesuatu yang aneh, termasuk laporan penemuan janin hiu albino bermata satu mirip Cyclops –mahluk bermata satu dalam mitologi Yunani.

Namun, hiu bermata satu ini, yang diambil dari perut seekor hiu normal yang tertangkap kapal nelayan komersial di Teluk California beberapa bulan lalu, adalah sesuatu yang nyata. Para peneliti hiu telah mempelajari mahluk aneh yang telah diawetkan itu, dan menemukan bahwa mata tunggal tersebut terdiri atas jaringan mata yang mampu berfungsi. Namun, ujar para peneliti pekan lalu, tampaknya mahluk ini tak akan mampu bertahan di luar rahim induknya.

“Ini sangat-sangat langka,” ujar ahli hiu Felipe Galvan Magana dari Centro Interdisciplinario de Ciencias del Mar (Meksiko). “Setahu saya, kurang dari 50 sampel abnormalitas seperti ini yang pernah tercatat di seluruh dunia,” ungkapnya seperti dilaporkan LiveScience.com.Hiu bermata satu ini menjadi populer di internet setelah foto-fotonya diunggah oleh Pisces Fleet, sebuah perusahaan jasa sportfishing. Namun, ini bukan pertama kali laporan temuan mahluk aneh menjadi sensasi di media. Pekan lalu, seorang pejabat Rusia mengklaim temuan bukti adanya Yeti, sementara para paleontologist (ahli mahluk prasejarah) mengumumkan teori tentang cumi-cumi monster. Hanya sedikit dari laporan-laporan temuan mahluk mitos tersebut yang diperkuat bukti.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/hiu-bermata-satu-ditemukan-di-teluk-california-031547262.html

Label:

Hiu Bermata Satu Ditemukan di Teluk California

Di era rekayasa fotografi saat ini, sulit mempercayai laporan penemuan sesuatu yang aneh, termasuk laporan penemuan janin hiu albino bermata satu mirip Cyclops –mahluk bermata satu dalam mitologi Yunani.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/19

Penyelundupan trenggiling rugikan negara Rp38,45 miliar

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat negara setidaknya dirugikan sekitar Rp38,45 miliar karena penyelundupan trenggiling.


Menurut Direktur Penyidikan dan Pengamatan Hutan Kemenhut, Raffles Panjaitan selama 2006-2011 telah terjadi peredaran illegal trenggiling di beberapa propinsi.

"Trenggiling itu binatang langka, sehingga tidak ada permitnya. Semua bentuk perdagangan trenggiling itu illegal," katanya.

Menurut data Kemenhut, selama lima tahun terakhir terjadi sebanyak 587 kasus, 35 di antaranya kasus penyelundupan trenggiling di beberapa propinsi seperti Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, Lampung dan Jakarta.

Untuk tahun 2011 sendiri, per Oktober sudah ada 5 kasus penyelundupan di Cengkareng, Tanjung Priuk, dan Belawan. Negara diperkirakan rugi sampai Rp15,3 miliar. Tiga kasus itu sedang disidik dan dua di antaranya sudah masuk proses hukum.

Dikatakan, trenggiling diburu untuk dimanfaatkan daging, sisik, empedu dan hatinya. Menurut kepercayaan masyarakat China, daging dan bagian tubuh tersebut dipercaya berkhasiat sebagai obat tradisional. Sementara itu, sisik trenggiling bisa dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, sapu ijuk dan narkotika.

Sementara di pasar lokal, harga trenggiling berkisar Rp300-Rp400 ribu untuk berat 5-7 kg per ekor. Kemudian untuk sisik trenggiling bisa mencapai Rp 400 ribu per kg.

"Sedangkan di pasaran internasional, harga daging trenggiling mencapai 112 dolar AS per kg dan sisik trenggiling mencapai 400 dolar per kg," katanya.

Menurut Raffles, pelaku penyelundupan hewan diancam dengan pasal 21 ayat 2 UU No.5 tahun 1990 yang menyebutkan tiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, dan memperdagangkan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati dengan ancaman pidana kurungan 5 tahun dan denda Rp100 juta.

Trenggiling merupakan jenis mamalia yang masuk dalam jenis satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Binatang ini hidup di hutan hujan tropis dataran rendah. Makanannya adalah serangga seperti rayap dan semut. Daerah habitat penyebaran trenggiling, antara lain di Riau, Kalimantan dan Jawa.


sumber : http://www.antaranews.com/berita/280226/penyelundupan-trenggiling-rugikan-negara-rp3845-miliar

Label:

Penyelundupan trenggiling rugikan negara Rp38,45 miliar

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat negara setidaknya dirugikan sekitar Rp38,45 miliar karena penyelundupan trenggiling.
Baca selengkapnya »

Label: