2011/12/12

Genjot Peran Kopwan untuk Pengembangan Usaha

Pemkot Blitar berupaya untuk menggenjot peran koperasi wanita (kopwan) di Kota Blitar dalam kerangka pengembangan usaha produktif bagi masyarakat Kota Blitar. Saat ini, dari sejumlah kopwan yang beraktivitas di Kota Blitar, tercatat baru 6 kopwan saja yang memiliki usaha produktif.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinas Koperasi dan UKM) Daerah Kota Blitar, Hasnil Purwanto, SH, M.AP. Dia melanjutkan, minimnya jumlah kopwan yang memiliki usaha produktif di Kota Blitar ini menjadi sebuah permasalahan dan keprihatinan sendiri bagi pemkot.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/12/07

Komisi I , Perwali Perpanjangan HO Supaya Dievaluasi

Banyaknya pengusaha yang mengeluhkan mekanisme perpanjangan ijin gangguan (HO), diminta mulai disikapi oleh pemerintah Kota Blitar, dengan mengevaluai perwali yang mengaturnya.

Pernyataan ini seperti disampaikan Nuhan Eko Wahyudi, sekretaris komisi I bidang pemerintahan DPRD Kota Blitar saat dikonfirmasi di gedung DPRD Kota Blitar Senin (5/12). Pemerintah Kota Blitar seharurnya perlu mengevaluasi peraturan walikota (perwali) yang mengatur tentang perpanjangan perijinan HO. Dalam perwali yang saat ini berlaku menyebutkan perpanjangan perijinan HO, harus disertai dengan tanda tangan persetujuan dari warga sekitar. Kondisi ini dinilai memberatkan pengusaha, karena dalam pengumpulan tanda tangan warga itu setiap pengusaha harus mengeluarkan anggaran lagi, sehingga dengan evaluasi perwali mendatang, diharapkan agar pengusaha tidak ogah-ogahan mengurus perpanjangan perijinan HO.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/12/06

PPMK Kelurahan Turi Baru Cair 40 Persen

Pemkot Blitar baru mencairkan alokasi anggaran Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PPMK) Tahun Anggaran 2011 di Kelurahan Turi sebesar 40% dari total pagu. Pencairan ini dijadikan bagian dari pencairan termin I pelaksanaan PPMK dan mulai dilaksanakan pada bulan November 2011 kemarin.
Demikian diutarakan Wiwik Sri Widayati, SE, Kepala Kelurahan Turi. Dia melanjutkan, secara umum, pagu anggaran PPMK di Kelurahan Turi senilai Rp 167 juta, dan semuanya digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan fisik; fisik non-konstruksi; dan non-fisik yang berasal dari usulan masyarakat.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/11/24

Bahaya Mengungkapkan Masalah Asmara di Facebook

Jakarta - Dalam menjalin sebuah hubungan, ada hal-hal yang sebaiknya tidak diekspos ke publik, dalam hal ini social media seperti Facebook atau Twitter. Times of India baru-baru ini melaporkan seorang gadis 23 tahun mengakhiri hidupnya setelah membaca update status mantan kekasihnya di facebook yang menuliskan betapa senang dirinya telah memutuskan dirinya.
Baca selengkapnya »

Label:

Perempuan Bisa Jadi Kejam Gara-gara Facebook & Twitter

Jakarta - Facebook dan Twitter kini makin digemari remaja. Namun Anda para orangtua perlu waspada karena dua situs jejaring sosial itu bisa membuat remaja perempuan jadi mudah berbuat kejam.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/24

Walikota Peduli Rumah Roboh Milik Warga

Terjadinya rumah roboh milik keluarga pasangan Heriyanto dan Sri Rahayu (43th), warga RT 01 RW 14 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar pada hari Selasa siang (18/10) mendapat simpati dari berbagai pihak. Satu diantaranya Muhammad Samhudi Anwar, SH, Walikota Blitar. Terbukti Rabu pagi ( 19/10) Walikota Blitar, Camat Sukorejo dan Kepala Kelurahan setempat langsung meninjau rumah roboh milik warga Kecamatan Sukorejo ini dan langsung memberi bantuan sembako kepada korban.


Haryanto, SE, Camat Sukorejo Kota Blitar saat dikonfirmasi disela-sela mendampingi Walikota Blitar meninjau robohnya rumah milik warga kecamatan Sukorejo Rabu (19/10), mengaku, rumah korban roboh pada Selasa siang (18/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Sebenarnya korban sudah punya inisiatif untuk membangun rumahnya sendiri, terbukti korban sudah mengumpulkan material, seperti batu dan batako.

“Namun pembangunan belum sempat rumah ini keburu roboh. Memang diakui korban saat ini belum masuk data penerima program rehab rumah kumuh,” imbuh Camat Sukorejo.
 Sementara itu Sri Rahayu, pemilik rumah saat dikonfirmasi di tempat yang sama mengaku, selama ini rumahnya belum didata oleh pemerintah Kota Blitar sebagai penerima program rehab rumah kumuh. Jika memang saat ini pemerintah ingin membantu, pihaknya akan menerima dengan senang hati, sebab meski pihaknya saat ini berencana ingin membangun rumahnya sendiri dengan mengumpulkan material namun hingga saat ini pembangunan belum bisa terealisasi.

Dilain pihak Eko Purwanto, wakil ketua komisi III bidang pembangunan DPRD Kota Blitar saat dikonfirmasi terpisah di gedung DPRD Kota Blitar Rabu siang (19/10) mengatakan, pihaknya menyarankan kepada pemerintah Kota Blitar untuk mengambil sikap terjadinya rumah roboh milik warga Kecamatan Sukorejo ini. Yaitu dengan cara memberikan bantuan kepada mereka, karena selama ini korban belum masuk data penerima program rehab rumah kumuh.

Dan perlu diketahui, menurut rencana dalam waktu dekat pembangunan rumah milik Sri Rahayu ini akan dibangunkan oleh pemerintah Kota Blitar dengan luas sekitar 7 kali 9 meter.

Sumber : http://www.blitarkota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=5455:walikota-peduli-rumah-roboh-milik-warga&catid=81:potensi

Label:

Walikota Peduli Rumah Roboh Milik Warga

Terjadinya rumah roboh milik keluarga pasangan Heriyanto dan Sri Rahayu (43th), warga RT 01 RW 14 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo Kota Blitar pada hari Selasa siang (18/10) mendapat simpati dari berbagai pihak. Satu diantaranya Muhammad Samhudi Anwar, SH, Walikota Blitar. Terbukti Rabu pagi ( 19/10) Walikota Blitar, Camat Sukorejo dan Kepala Kelurahan setempat langsung meninjau rumah roboh milik warga Kecamatan Sukorejo ini dan langsung memberi bantuan sembako kepada korban.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/12

Meninggal Dunia, Batal Laksanakan Ibadah Haji


Dalam upacara pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) oleh Walikota Blitar minggu (9/10), dua CJH yang merupakan pasangan suami istri, masing-masing bernama Heru Prasbudi Bin Bejo (55 tahun) dan Indah Sulistiani Binti Ahmad (53 tahun), tidak bisa mengikuti. Dengan alasan Heru sakit sehingga harus menjalani rawat inap dirumah sakit, sedangkan Indah, istrinya menunggui.



Moh.Didik Suharmanto, SH, Kasi Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Kota Blitar saat dikonfirmasi melalui telepon seluler Senin siang (10/10) menjelaskan, meskipun tidak mengikuti upacara pelepasan oleh Walikota, namun barang-barang keperluan haji milik keduanya seperti koper juga tetap dikumpulkan dan dibawa ke asrama haji Sukolilo Surabaya. Dengan harapan setelah menjalani rawat inap, pasutri ini bisa menyusul ke asrama haji Sukolilo Surabaya. Mengingat jadwal pemberangkatan ke tanah suci hari Senin malam (10/10).
”Namun Senin pagi (10/10) pasca menunaikan Sholat Subuh, pihaknya mendapatkan informasi dari anak pasutri itu, yang mengabarkan ayahnya meninggal dunia, tanpa menyebutkan jenis penyakit yang diderita ayahnya. Walaupun Heru gagal menjalankan ibadah haji, namun Indah, sang istri berencana tetap menyusul rombongan ke Surabaya, pasca pemakaman suaminya,” imbuh Didik.
Lebih lanjut Didik menambahkan, Indah ditunggu enam jam sebelum keberangkatan atau sekitar pukul 16.00 WIB. Jika dalam waktu itu tidak hadir, dipastikan ia akan mengisi kursi kosong dalam pemberangkatan selanjutnya, yang secara otomatis bergabung dengan kloter lain.

Sumbernya : http://blitarkota.go.id

Label:

Meninggal Dunia, Batal Laksanakan Ibadah Haji


Dalam upacara pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) oleh Walikota Blitar minggu (9/10), dua CJH yang merupakan pasangan suami istri, masing-masing bernama Heru Prasbudi Bin Bejo (55 tahun) dan Indah Sulistiani Binti Ahmad (53 tahun), tidak bisa mengikuti. Dengan alasan Heru sakit sehingga harus menjalani rawat inap dirumah sakit, sedangkan Indah, istrinya menunggui.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/10/11

Kumpulkan Koper Untuk Perlancar Transportasi CJH

Agar pada hari Minggu (9/10) calon jemaah haji Kota Blitar fokus dalam perjalanan ke asrama haji Sukolilo Surabaya, hari Sabtu mulai pukul 15.00 – 17.00 WIB mereka diminta untuk mengumpulkan koper ke Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Blitar. Sebagai bukti pengumpulan, panitia memberikan tanda serah terima kepada CJH atau keluarganya.

Drs. H. Imam Muhlis, M.Pd, Kepala Kemenag Kota Blitar saat dikonfirmasi diruang kerjanya Jumat (7/10) menjelaskan, masing-masing jemaah sudah mendapatkan tiga tas, tas kecil atau tas dokumen, tas jinjing dan koper. Tas kecil harus selalu melingkar dileher jemaah, karena berisi surat-surat penting, seperti paspor, buku kesehatan, uang bekal dan dokumen penting yang lainya. Untuk tas jinjing berisi peralatan mandi, peralatan sholat, obat obatan dan peralatan lainya, dengan berat maksimal 5 kg. Sementara untuk koper berisi pakaian ihrom, sandal, payung dan perlengkapan lainya dengan batasan berat 32 kg.
Menurut Muhlis, agar barang-barang bawaan CJH dari tanah air tidak disita petugas diasrama haji Sukolilo, diharapkan membawa barang tidak melebihi batas maksimal. Selain itu tidak memasukkan barang-barang yang dilarang seperti barang yang bentuknya cair seperti korek api, minyak goreng dan barang sifatnya berbahaya.
Lebih lanjut Muhlis menambahkan, ratusan koper yang telah terkumpul di Kemenag Kota Blitar ini dibawa ke Surabaya pada hari Minggu pagi (9/10) mendahului keberangkatan CJH. Jika lolos dalam pemeriksaan oleh petugas diasrama haji Sukolilo, koper akan langsung diberi label, kemudian digabung dengan koper CJH lain kloter 20, dalam sebuah kontainer. Selanjutnya baru dimasukkan ke pesawat.

Sumbernya : http://blitarkota.go.id

Label:

Kumpulkan Koper Untuk Perlancar Transportasi CJH

Agar pada hari Minggu (9/10) calon jemaah haji Kota Blitar fokus dalam perjalanan ke asrama haji Sukolilo Surabaya, hari Sabtu mulai pukul 15.00 – 17.00 WIB mereka diminta untuk mengumpulkan koper ke Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Blitar. Sebagai bukti pengumpulan, panitia memberikan tanda serah terima kepada CJH atau keluarganya.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/07/06

Pesan Olimpiade: Cintai dan Setarakan Tunagrahita

Pesan Olimpiade: Cintai dan Setarakan Tunagrahita
Athena - Masyarakat dunia harus mencintai dan menyetarakan para tunagrahita, juga harus menghormati perbedaan apapun bentuknya.

Pesan atas nama komunitas dunia itu disampaikan Presiden Penyelenggara Olimpiade Tunagrahita ke-13 Athena 2011 Joanna Despotopoulou dan Presiden Olimpiade Dr. Timothy P. Shriver pada seremoni penutupan di Kallimarmaron Panthinaikon Olympic Stadium, Senin malam atau Selasa (5/7/2011) WIB.


Stadion bersejarah tempat pertama kali olimpiade moderen digelar itu menjadi saksi ucapan terimakasih para atlet tungrahita dari 184 negara, yang diwakili peraih medali emas tenis Shain Lewis (Inggris), kepada lebih dari 25.000 relawan yang telah membantu terselenggaranya olimpiade.

Suasana gembira dan haru biru mewarnai perasaan para atlet, pelatih dan ofisial, tak terkecuali kontingen Indonesia yang berhasil mengukir prestasi meyakinkan di antara bangsa-bangsa lain dengan perolehan medali 15 emas, 13 perak dan 11 perunggu.

"Olimpiade untuk atlet tunagrahita yang dirintis sejak 1968 ini telah mempromosikan penerimaan para tunagrahita di masyarakat dan membawa perubahan bagi mereka," ujar Dubes RI untuk Republik Yunani Ahmad Rusdi kepada detikcom.

Dubes dan istrinya, Anita Rusdi, beranjak meninggalkan deretan kursi VIP untuk para Dubes asing di Yunani dan memilih duduk bersama-sama dengan para atlet, pelatih dan ofisial kontingen Indonesia.

Seperti diakui oleh Pembina Soina Soerjadi Sudirja, Dubes Rusdi menaruh perhatian besar dan sayang kepada para atlet. Mereka sampai dua kali diundang ke kediaman Dubes dan dijamu penuh hormat.

"Dubes juga setiap hari hadir memberi dukungan di lapangan dan mengerahkan stafnya untuk membantu melancarkan urusan kontingen. Kami sangat berterimakasih," ujar Soerjadi dalam kesempatan terpisah.

Puncak seremoni penutupan Olimpiade Tunagrahita berupa atraksi seni budaya, permainan sinar laser dan kembang api dengan transisi artistik spektakuler dari kebudayaan Yunani ke Korea Selatan, negara tuan rumah untuk Olimpiade Musim Dingin Tunagrahita 2013.

Penari-penari tradisional Korea Selatan selanjutnya mengambil alih panggung, disusul penampilan The Wonder Girls, grup band nomor satu di Asia saat ini, termasuk suguhan hitsnya, Nobody.

Ketika api Olimpiade Tunagrahita ke-13 Athena 2011 dipadamkan, Presiden Penyelenggara Olimpiade Joanna Despotopoulou menyerahkan bendera olimpiade kepada panitia penyelenggara Korea Selatan.


sumber : http://www.detiknews.com

Label:

Pesan Olimpiade: Cintai dan Setarakan Tunagrahita

Pesan Olimpiade: Cintai dan Setarakan Tunagrahita
Athena - Masyarakat dunia harus mencintai dan menyetarakan para tunagrahita, juga harus menghormati perbedaan apapun bentuknya.

Pesan atas nama komunitas dunia itu disampaikan Presiden Penyelenggara Olimpiade Tunagrahita ke-13 Athena 2011 Joanna Despotopoulou dan Presiden Olimpiade Dr. Timothy P. Shriver pada seremoni penutupan di Kallimarmaron Panthinaikon Olympic Stadium, Senin malam atau Selasa (5/7/2011) WIB.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/06/28

4 Penghargaan Akan Dikirab Keliling Kota

Sebagai wujud syukur karena Kota Blitar berhasil memboyong empat penghargaan, diantaranya anugerah Adipura kategori kota sedang yang berhasil mengelola kebersihan dan lingkungan, dua piala Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD Award) juara umum tata kelola terbaik dan terbaik dalam kategori infrastruktur ekonomi daerah serta piala Education Award Widya Karya Nugraha, atas Komitmen Kepada Daerah dalam pengembangan dan peningkatan pendidikan gratis 12 tahun.
Untuk itu Pemerintah Kota Blitar, Senin (12/6), sekitar pukul 08.00 WIB berencana akan mengirap keempat penghargaan ini keliling Kota Blitar. Untuk mempersiapkan acara ini sekitar 100 peserta masing-masing dari SKPD, Camat dan Lurah, Asisten I dan Sekda Kota Blitar mengikuti rapat koordinasi diruang Sasana Praja, Kamis (9/6).
Drs. Ichwanto, M.AP, Sekda Kota Blitar saat dikonfirmasi usai memimpin rapat Kamis (9/6) mengatakan, penghargaan agung yang berhasil dibawa pulang Kota Blitar akan dikirab dengan melibatkan semua komponen dan bentuk kemasan acara yang akan menyedot perhatian masyarakat untuk menyaksikannya. Selain itu juga akan mengirap penghargaan Adiwiyata yang diraih oleh SD Santa Maria Kota Blitar. Semua kesuksesan ini wujud kepedulian dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat Kota Blitar dan semua komponen yang terkait.
Lebih lanjut Sekda menambahkan, adapun teknis sementara yang dimusyawarahkan dalam rakor ini, peserta kirab diantaranya, paskibraka, drum band yang rencananya akan dikeluarkan sebanyak tiga group untuk dikonsentrasikan masing-masing ditiga titik yakni pada start kirab di Kebon Rojo, perjalanan kirab dan finish. Dengan pengiring dari lembaga sekolah di Kota Blitar, panji-panji kecamatan dan kelurahan serta perwakilan dari masing-masing SKPD sebanyak 10 orang untuk mengikuti kirab dengan menggunakan kendaraan sepeda motor berpakaian jadul dengan hiburan tari-tarian tradisional. Untuk acara seremonial menurut rencana akan dilakukan digaris finish di halaman Pemkot Blitar.
”Sedangkan untuk penentuan rute perjalanan kirab masih dilakukan rapat internal dengan pihak terkait usai rakor ini meliputi Asisten I, Dinas Kominparda, Humas dan Protokol, KLH, Kepolisian dan dinas terkait lainnya.(ning)

sumber: (http://blitarkota.go.id/)

Label:

4 Penghargaan Akan Dikirab Keliling Kota

Sebagai wujud syukur karena Kota Blitar berhasil memboyong empat penghargaan, diantaranya anugerah Adipura kategori kota sedang yang berhasil mengelola kebersihan dan lingkungan, dua piala Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD Award) juara umum tata kelola terbaik dan terbaik dalam kategori infrastruktur ekonomi daerah serta piala Education Award Widya Karya Nugraha, atas Komitmen Kepada Daerah dalam pengembangan dan peningkatan pendidikan gratis 12 tahun.
Baca selengkapnya »

Label:

Putri Bung Karno Cuci Tangan Polemik Istana Gebang

Gambar : Sukmawati Soekarno Putri
Polemik internal ahli waris istana gebang, menyusul akan dibelinya rumah masa kecil Ir. Soekarno oleh pemerintah Kota Blitar tidak ditanggapi oleh Sukmawati Soekarno Putri, salah satu putri dari Ir. Soekarno, saat dikonfirmasi disela-sela acara Haul Bung Karno ke- 41 Senin malam (20/6). 
Putri ke empat dari Ir. Soekarno - ibu Fatmawati ini, enggan berkomentar lebih detail mengenai istana gebang yang akan dibeli oleh pemerintah Kota Blitar sekitar Rp. 35 milyar ini, karena sebagai ahli waris Bung Karno pihaknya tidak mengetahui detail masalah ini, selain juga menilai masalah ini bukan urusannya.

Sementara itu, A. Abu Mansyur, SH, Kepala Dinas Kominparda Kota Blitar, ketika dikonfirmasi Senin (20/6) di sela-sela aktifitasnya mengenai hal ini menjelaskan, berkaitan dengan polemik internal ahli waris istana gebang merupakan urusan pribadi mereka, sementara pemerintah tidak akan ikut campur. Pemerintah saat ini hanya menunggu hasil keputusan dari ahli waris istana gebang, apakah tetap menjual istana gebang kepada pemerintah atau sebaliknya.(ning)

sumber: (http://blitarkota.go.id/)

Label:

Putri Bung Karno Cuci Tangan Polemik Istana Gebang

Gambar : Sukmawati Soekarno Putri
Polemik internal ahli waris istana gebang, menyusul akan dibelinya rumah masa kecil Ir. Soekarno oleh pemerintah Kota Blitar tidak ditanggapi oleh Sukmawati Soekarno Putri, salah satu putri dari Ir. Soekarno, saat dikonfirmasi disela-sela acara Haul Bung Karno ke- 41 Senin malam (20/6). 
Putri ke empat dari Ir. Soekarno - ibu Fatmawati ini, enggan berkomentar lebih detail mengenai istana gebang yang akan dibeli oleh pemerintah Kota Blitar sekitar Rp. 35 milyar ini, karena sebagai ahli waris Bung Karno pihaknya tidak mengetahui detail masalah ini, selain juga menilai masalah ini bukan urusannya.
Baca selengkapnya »

Label:

2011/06/14

Masalah Serius yang Sering Menimpa Remaja

Masa remaja adalah masa-masa sulit dalam kehidupan hampir setiap orang. Ada banyak masalah yang terjadi pada remaja, mulai dari jerawat, perubahan emosi, hingga masalah yang tergolong serius.
Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah atau di lingkungan pertemanannya.
Orangtua harus selalu waspada dan memberi perhatian penuh pada setiap perubahan tingkah laku atau rutinitas remaja agar putra putri kesayangan Anda tidak lepas kendali.
Berikut beberapa masalah remaja yang sudah tergolong serius, seperti dilansir Ehow, Senin (13/6/2011):

1. Depresi
Mood jelek dan kemarahan bisa menimpa remaja mana pun. Bila terjadi dalam waktu panjang, perilaku atau perubahan suasana hati tersebut bisa menyebabkan remaja mengalami depresi.

Jika tidak diobati, depresi dapat menyebabkan masalah di sekolah dan rumah, penyalahgunaan obat, alkohol atau kecanduan internet, gangguan makan, kecelakaan diri, kekerasan atau perilaku berbahaya, bahkan yang lebih buruk bunuh diri.

Gejala bisa berupa kesedihan luar biasa, putus asa, rasa bersalah, gelisah, merasa tidak berharga, sulit berkonsentrasi, menarik diri dari lingkungan, kehilangan minat dalam aktivitas, jarang menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman, makan atau tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, banyak menangis, atau bahkan melarikan diri dari rumah.

2. Gangguan makan
Remaja perempuan biasanya terobsesi memiliki tubuh yang sempurna hingga akhirnya berbagai cara dilakukan bahkan hingga akhirnya menyebabkan gangguan makan seperti anorexia nervosa, bulimia nervosa atau binge eating disorder.

Remaja yang anoreksia akan makan sangat sedikit, karena khawatir menjadi gemuk dan mengalami masalah kesehatan jangka panjang seperti penurunan berat badan yang parah, penghentian siklus menstruasi, pertumbuhan terhambat, kulit sangat kering dan rambut rontok. Remaja dengan gangguan makan mungkin merasa kesepian, malu, cemas dan depresi, serta memiliki citra diri yang sangat rendah.

3. Kehamilan
Kebanyakan kehamilan remaja tidak direncanakan dan banyak ibu-ibu muda yang menghadapi konsekuensi yang berat. Banyak remaja hamil melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan perkembangan organ yang lambat. Sebagian besar merupakan hasil dari kegagalan ibu remaja untuk memelihara diri dan mendapatkan perawatan prenatal yang tepat.

4. Narkoba
Remaja menghadapi banyak tekanan kuat dari teman sebaya untuk mencoba obat-obatan, alkohol dan rokok di pesta-pesta dan dalam situasi sosial. Menurut National Institute on Drug Abuse, kebanyakan remaja mencoba narkoba setidaknya sekali pada usia 13 tahun.

Obat yang biasa digunakan oleh para remaja termasuk halusinogen, heroin, inhalansia dan metamfetamin (ekstasi), yang semuanya sangat adiktif dan dapat mengakibatkan kesulitan keuangan, medis dan emosional seumur hidup.

Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati atau otak, kekurangan sistem kekebalan tubuh atau bahkan kanker.

5. Bunuh diri
Depresi, penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol dan agresi bisa menjadi tanda-tanda remaja ingin melakukan bunuh diri. Remaja seperti ini dapat menjadi tidak tertarik pada kegiatan biasanya, menarik diri dari keluarga dan teman-teman, tidur atau makan lebih atau kurang dari biasanya, mengeluh tentang sakit dan nyeri, kehilangan minat di sekolah dan biasanya banyak berbicara tentang bunuh diri lebih sering dari biasanya.


sumber : (http://health.detik.com)

Label: ,

Masalah Serius yang Sering Menimpa Remaja

Masa remaja adalah masa-masa sulit dalam kehidupan hampir setiap orang. Ada banyak masalah yang terjadi pada remaja, mulai dari jerawat, perubahan emosi, hingga masalah yang tergolong serius.
Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah atau di lingkungan pertemanannya.
Orangtua harus selalu waspada dan memberi perhatian penuh pada setiap perubahan tingkah laku atau rutinitas remaja agar putra putri kesayangan Anda tidak lepas kendali.
Baca selengkapnya »

Label: ,

2011/06/08

Brokohan Untuk Peringati Lahirnya Sang Proklamator


Gambar : Pelaksanaan brokohan dalam rangka peringati lahirnya Sang Proklamator
Dengan tema radikalisasi ajaran Bung Karno sebagai solusi permasalahan bangsa, dalam rangka peringatan 110 tahun kelahiran pemimpin besar revolusi Presiden Pertama RI Ir. Sukarno, dewan pimpinan cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama Pemerintah Kota Blitar, menggelar ritual brokohan atau kenduri dengan iringan seperangkat gamelan denga mengangkat tradisi budaya karawitan di halaman Makam Bung Karno, Senin (6/6).
Acara yang berisi ritual budaya kejawen brokohan dengan kemasan yang sederhana yakni menggelar karpet dan tikar.
Acara yang melibatkan sekitar 250 undangan dari SKPD, ormas, organisasi ekstra kampus, LSM, tukang becak dan pedagang souvenir serta masyarakat Kota Blitar, bersama staf ahli Walikota, Drs. Djarot Syaiful Hidayat, MS, mantan Walikota Blitar beserta istri, Andreas Edison kaum Nasionalis Kota Blitar dan sejumlah tokoh ternama Kota dan Kabupaten Blitar.
 Purwoko, ketua panitia pengarah kegiatan peringatan 110 tahun lahirnya Bung Karno, ketika ditemui disela-sela acara mengatakan, kegiatan ini untuk memperingati 110 tahun lahirnya Bung Karno dan melestarikan budaya Jawa brokohan. Dengan harapan kedepan pelaksanaan kegiatan ini juga akan diagendakan setiap tahun pada bulan Juni sebagai tujuan wisata ideologis, yang merupakan bulan Bung Karno.

Sementara itu, usai melakukan orasi kebangsaan, Drs. Djarot Syaiful Hidayat, MS, mantan Walikota Blitar berharap, agenda seperti ini untuk tahun selanjutnya dikembangkan secara lebih kidmad dan seremonial serta dikemas dengan menarik, sehingga, makna yang terkandung dalam peringatan ini betul-betul melekat disanubari masyarakat pentingnya mengenal dan mengerti sejarah dan ajaran Bung Karno yang merupakan solusi permasalahan bangsa.
”Dengan peringatan ini mampu tercipta semangat untuk mengembalikan jati diri dan karakter bangsa ini yang digali oleh Bung Karno dan dirumuskan dalam Pancasila. Sehingga, bangsa ini bisa menghadapi jaman sekarang dan masa yang akan datang,” harap mantan Walikota Blitar ini.

sumber : (http://blitarkota.go.id)

Label: ,